About Us

Villatel Salse

Villatel Salse

Rileks = Salse! Salse adalah istirahat, sebuah suasana ketika jam berhenti sejenak. Memang Salse dirancang cukup lama, melibatkan Baskoro Tedjo dan Hepta sebagai arsitek, Andre Gunarsa Kidarse dan Ruang Hijau sebagai desainer lanskape, Erwin Meyer dan Starx sebagai desain interior. Resort ini dirancang sebagai tempat untuk mengobati keresahan, menghilangkan keletihan, meredakan amarah dan menumbuhkan cinta. ENERGIZING, kata kuncinya

Resort kecil ini terdiri dari 8 Villa unik yang didesain dengan interior berbeda. Salse dilengkapi dengan amphitheatre kecil di atas sungai dan spa ditengah pepohonan.

Salse dilengkapi dengan Warung Salse. Warung Salse Anda bisa menemukan makanan dan minuman tradisional untuk memanjakan lidah anda. Di seberang Warung Salse terhampar bukit hijau. Di bawahnya adalah lembah dan sungai yang ditata dengan gemericik air menubruk bebatuan. Tentu saja anda bisa menikmati suasana interior yang memang dirancang untuk Anda.

Profile

Setelah meraih gelar PhD di bidang Fisika Matematik dari McGill University, Montreal, Kanada, pada 1995, Andonowati bekerja sebagai periset dan pengajar di McGill sebelum akhirnya bergabung dengan Applied Analysis and Mathematical Physics Group di University of Twente, Belanda.

Beliau kemudian ditunjuk sebagai Scientific Manager pada tahun 2000 hingga 2005 untuk program billateral Extended Programmes in Applied Mathematics (EPAM) antara Indonesia dan Belanda. Namun kecintaan Andonowati pada negeri asalnya menarik ia pulang pada 1999 untuk mengajar di Institut Teknologi Bandung sembari bekerja paruh wakti di UTwente sebagai peneliti senior hingga Maret 2011

Berasma dengan Prof. E (Brenny) van Groesen, Andonowati mendirikan institut riset independen dengan nama LabMath-Indonesia (www.labmath-indonesia.org). Institut ini, yang mendorong penggunaan model dan simulasi matematis, memfokuskan praktiknya pada dua orientasi strategis, yaitu coastal oceanography dan environmental water. Pada 1992, saat bermukim di Kanada, Andonowati mulai merambah dunia seni. Sekembalinya ia di Indonesia, koleksi karya seninya telah berlipat ganda, yang banyak di antaranya merupakan karya seniman Indonesia. Andonowati memulai ArtSociates pada 2007, badan yang kemudian ia rumahi di Lawangwangi Art and Science Estate pada akhir 2009, sebagai persembahannya bagi masyarakat seni dan sains secara umum.
Pada 2010, Andonowati mencanangkan Bandung Contemporary Art Awards, sebuah gelaran tahunan yang mendorong seniman muda berbakat untuk berkompetisi melalui ide dan visualisasi karyanya dengan media yang beragam. Lawangwangi kemudian diperkenalkan ulang dengan nama Lawangwangi Creative Space. Proyek ini menjadi pancang utama untuk PT. Lawangwangi yang bergerak di bidang hospitality. Ide usaha ini dimulai sebagai hasil kolaborasi dengan TRG Investama.
Pengalamannya melanglangbuana sejak usia muda serta bermukim di banyak tempat di dunia, telah melengkapi Andonowati dengan gaya hidup yang penuh warna dan kemampuan adaptasi dalam berbagai lingkungan.